![]() |
| Sumber Gambar: Canva Edited |
Ia tidak mengeong. Tidak meronta. Tidak terlihat marah. Namun ada sesuatu yang berubah— dan perubahan itu terlalu halus untuk diabaikan.
Mengapa Kucing Menyembunyikan Rasa Sakit
Berbeda dengan manusia, kucing adalah hewan yang pandai menyamarkan rasa sakit. Ini bukan karena mereka kuat, tetapi karena naluri bertahan hidup.
Di alam, menunjukkan kelemahan berarti berisiko. Karena itu, diam bukan tanda baik pada kucing—sering kali justru sebaliknya.
Kesalahan Umum Pemilik Kucing
Banyak pemilik mengira:
- kucing diam berarti baik-baik saja
- tidak mengeong berarti tidak sakit
- tidak agresif berarti nyaman
Padahal kucing bisa menahan rasa sakit dalam keheningan.
Perubahan Perilaku yang Perlu Diwaspadai
Lebih Sering Menyendiri
Kucing yang kesakitan sering:
- menjauh dari keluarga
- bersembunyi lebih lama
- memilih tempat sempit atau gelap
Ini cara mereka mencari rasa aman.
Tidak Mau Disentuh di Area Tertentu
Jika kucing:
- menghindar saat diusap
- menegang ketika diangkat
- menoleh cepat saat bagian tubuh tertentu disentuh
Bisa jadi ada rasa nyeri di sana.
Bahasa Tubuh Kucing yang Sedang Kesakitan
Postur Tubuh yang Berubah
Perhatikan jika kucing:
- membungkuk terus-menerus
- duduk kaku
- jarang meregangkan tubuh
Postur ini sering menandakan ketidaknyamanan.
Gerakan Lebih Lambat dari Biasanya
Kucing yang biasanya lincah bisa menjadi:
- malas melompat
- enggan naik turun
- berjalan perlahan
Ini bukan sekadar “mager”, tapi bisa karena nyeri.
Ekspresi Wajah yang Sering Terlewat
Mata Setengah Terpejam
Mata yang tampak sayu dan sering menyipit bisa menandakan rasa sakit. Bukan mengantuk—tetapi usaha menenangkan diri.
Kumis dan Telinga
Kumis tertarik ke belakang. Telinga sedikit menunduk atau miring. Bahasa tubuh ini sering luput dari perhatian pemilik.
Perubahan Pola Makan dan Minum
Makan Tetap, Tapi Berbeda
Beberapa kucing tetap makan meski sakit, namun: lebih lambat, sering berhenti, hanya menjilat tanpa menghabiskan.
Ini sinyal halus bahwa ada yang tidak nyaman.
Minum Lebih Sedikit
Nyeri bisa membuat kucing enggan bergerak menuju tempat minum. Dehidrasi sering menyertai kondisi ini.
Kebiasaan Grooming yang Tidak Biasa
Berhenti Membersihkan Diri
Kucing yang kesakitan sering:
- jarang menjilat bulu
- tampak kusam
- membiarkan bagian tubuh kotor
Ini tanda tubuhnya sedang fokus bertahan.
Menjilat Berlebihan di Satu Area
Sebaliknya, menjilat terus-menerus di satu titik juga bisa menandakan nyeri lokal.
Perubahan di Kotak Pasir
Frekuensi dan Posisi
Perhatikan jika kucing:
- sering keluar masuk litter box
- mengejan lama
- posisi duduknya tidak biasa
Ini bisa berkaitan dengan nyeri perut, saluran kemih, atau sendi.
Suara yang Tidak Biasa (Bukan Mengeong)
Meski tidak mengeong, kucing kesakitan kadang:
- mendengkur berlebihan (sebagai mekanisme menenangkan diri)
- mengeluarkan suara pendek saat bergerak
Ini sinyal halus yang sering disalahartikan.
Kapan Harus Mulai Waspada Serius
Segera perhatikan lebih lanjut jika:
- perubahan berlangsung lebih dari 1–2 hari
- kucing makin menarik diri
- tidak ada perbaikan meski sudah istirahat
Lebih baik memeriksa lebih awal daripada terlambat.
Peran Kepekaan Pemilik
Kucing tidak bisa berkata, tetapi tubuhnya selalu berbicara. Pemilik yang peka akan menyadari: bukan dari suara keras, melainkan dari perubahan kecil yang konsisten.
Kucing tidak selalu menangis saat sakit. Sering kali mereka memilih diam. Belajar membaca tanda-tanda halus adalah bentuk kasih sayang tertinggi yang bisa kita berikan sebagai pemilik.






